Direktur Lazio: 4 Klub Serie A Secara Teknis Sudah Bangkrut

Reuters

Rasa khawatir akan kondisi keuangan klub-klub Serie A pasca pandemi terlihat dari perkataan direktur Lazio, Igli Tare. Pria yang dulu pernah berkiprah di Serie A itu mengatakan kalau empat klub raksasa Italia sudah bangkrut.

Krisis keuangan terlihat jelas pada Inter Milan. Pasalnya sang pemilik, Suning Group, juga mengalami pukulan finansial karena pandemi yang cukup signifikan. Mereka bahkan sampai harus menjual beberapa pemain bintang untuk mengakali situasi ini.

Lalu, klub raksasa Italia lain seperti Juventus dan AC Milan juga tak bisa berbicara banyak di bursa transfer. Juventus bahkan membukukan kerugian sebesar 254,3 juta euro, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Inter Milan 245,6 juta euro.

Igli Tare kemudian mengungkapkan permasalahan ini ketika bertemu awak media. Ia tanpa ragu menjelaskan kalau keempat klub raksasa Italia tersebut, secara hitung-hitungan, sejatinya telah bangkrut.

“Hari ini ada klub-klub, seperti Juventus, Roma, Milan dan Inter, yang secara teknis telah bangkrut, tapi mereka bisa tetap hidup karena sistem membutuhkan. Sungguh penting buat kami untuk memiliki klub yang melihat proyek jangka panjang,” ujar Tare.

Tare melanjutkan dengan sindiran kepada klub-klub Serie A yang kini tak lagi dipegang oleh keluarga seperti dulu kala. Tetapi perusahaan-perusahaan yang lebih senang mencari keuntungan di industri sepak bola.

“Hanya ada empat klub di Italia yang masih dipegang keluarga: Udinese, Atalanta, Lazio dan Napoli,” lanjut Tare, meski secara teknis Atalanta juga didanai perusahaan dari Amerika Serikat.

“Saya lebih suka tipe kepemilikan seperti ini, sebab korporasi multi-nasional hanya punya ketertarikan komersial dan anda bakal kehilangan rasa senang sepak bola, semangat dan cinta terhadap olahraga itu.”

“Pendanaan itu cocok dengan algoritma dan tak peduli dengan sejarah klub atau kotanya. Saya adalah fans lama. Ini tahuh ke-15 saya di Lazio, saya beruntung bisa bekerja dengan klub yang memiliki pendekatan keuangan yang baik,” tutupnya.


>