Inter Mengecam Sekelompok Fansnya Sendiri, Kenapa?

Reuters

Inter Milan meraih kemenangan saat bertemu Sampdoria dalam laga lanjutan Serie A hari Minggu (30/10/2022) lalu. Sayangnya, kemenangan tersebut dinodai oleh aksi yang tak menyenangkan dari kalangan suporternya sendiri.

Pertandingan yang digelar di Giuseppe Meazza tersebut diwarnai oleh tiga gol dari Inter Milan. Stefan De Vrij, Nicolo Barella, serta Joaquin Correa silih berganti mencetak gol yang membantu Nerazzurri menang 3-0.

Salah satu faktor yang turut membantu Inter menang adalah kehadiran suporter di stadion. Mereka terus menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk sang tim. Namun lantunan dukungan itu tidak bertahan sampai peluit panjang berbunyi.

Ultras Nerazzurri terlihat berbondong-bondong meninggalkan stadion pada jeda babak pertama. Ini merupakan reaksi atas kepergian pimpinan ultras, Vittorio Boiocchi, yang ditemukan tak bernyawa setelah diserang di luar kediamannya.

Spanduk-spanduk dukungan diturunkan dan fans meninggalkan stadion lebih cepat. Dan menurut laporan, mereka juga sampai mengancam penonton reguler dan memaksa mereka untuk ikut dalam aksi walk-out ini.

Pemaksaan walk-out tersebut tak bisa diterima begitu saja oleh Inter Milan. Pihak klub kemudian mengeluarkan pernyataan yang berisikan kekecewaan terhadap pihak suporter.

“FC Internazionale Milano dengan tegas mengutuk setiap episode pemaksaan yang terjadi di ring hijau kedua stadion San Siro,” bunyi pernyataan klub.

“Klub, yang di setiap tempat berjuang melawan semua jenis kekerasan, menegaskan kembali nilai-nilai persaudaraan, inklusi, dan anti-diskriminasi - dan mengungkapkan solidaritas totalnya dengan para penggemar yang telah dipaksa melepas apa yang paling mereka sayangi: cinta dan gairah untuk Inter.”

“Klub - yang bekerja setiap tahun untuk memperkuat kehadiran keamnaan dan pengawasan di dalam stadion - menegaskan kembali kerja sama dengan kepolisian untuk memastikan perlindungan hak-hak para penggemarnya,” tutup pernyataan tersebut.


>