Icardi: Saya Tidak Merasakan Cinta dan Respek dari Inter

Getty Images

Mauro Icardi akhirnya buka suara mengenai situasinya di Inter saat ini. Dalam postingannya di Instagram Icardi menuntut "rasa hormat" dari Inter dan menegaskan bahwa dia selalu mengutamakan klub.

Pemain berusia 26 tahun itu tidak bermain untuk tim Luciano Spalletti sejak dicopot dari jabatan kapten pada awal Februari dan kembali dikeluarkan dari skuad untuk menghadapi Cagliari Jumat ini.

Pemain internasional Argentina itu mengeluhkan masalah lutut, tetapi petugas medis klub tampaknya tidak dapat menemukan masalah signifikan saat melakukan tes pekan lalu.

Icardi, di Instagram pada hari Kamis mendokumentasikan "pengorbanannya" untuk klub dan menyatakan keprihatinannya bahwa pejabat senior tidak menunjukkan kepadanya "cinta dan hormat".

Pernyataannya yang panjang berbunyi: "Pada saat-saat paling sulit, cinta sejati ditunjukkan. Dan pada saat-saat itulah saya memutuskan untuk tinggal di Inter, bersama Inter.

"Ketika saya merasa bahwa dengan gol saya, saya dapat membantu Inter menjadi lebih kuat, di antara banyak hal. Lebih kuat daripada masalah Financial Fair Play. Lebih kuat daripada kesulitan kami, ketika ada banyak [yang] menulis kami sebagai sebuah tim. Di Inter. Bersama Inter.

"Dan terlepas dari segalanya, aku selalu memutuskan untuk tinggal. Dan untuk tetap cinta pada jersey ini.

"Saya telah menolak tawaran yang tidak bisa ditolak oleh pemain profesional, terutama dalam kondisi yang sama seperti sekarang.

"Saya bermain dengan rasa sakit fisik yang membuat saya menangis setelah pertandingan, dan pada hari-hari berikutnya. Tetapi saya selalu bersikeras untuk turun ke lapangan, bahkan melawan nasihat medis. Karena saya bisa melupakan setiap rasa sakit di lapangan, dengan satu-satunya tujuan memberikan semua yang saya bisa untuk membantu tim ini.

"Di Inter. Dengan Inter. Demi CINTA warna Nerazzurri. Karena hanya ada Inter.

"Saya telah menunjukkan kepada anak-anak saya bahwa kami harus tetap berharap. Saya mengajar mereka bahwa menang itu sulit, tetapi melakukan hal itu dengan Inter memiliki makna yang unik, yang hanya bisa dipahami dan dirasakan oleh interista sejati. Mata anak-anak saya tidak bohong. .

"Saya mewujudkan impian saya, saya mewujudkan impian semua interisti, kembali ke Liga Champions bersama tim dimana saya menjadi kapten. Karena saya selalu merasakan dan menularkan cinta untuk klub ini.

"Saya selalu tidak setuju dengan mereka yang pada kesempatan pertama mencoba meninggalkan klub. Saya menghormati para pendukung, rekan satu tim saya, klub dan semua pelatih.

"Saya telah berkolaborasi dengan klub, di dalam dan di luar lapangan, dengan datangnya tiap pemain baru, saya selalu menunjukkan kepadanya bahwa hanya dengan semangat kita dapat mencapai tujuan kita. Saya tahu apa cinta untuk Inter, dan penggemar Inter tahu itu karena mereka melihat bagaimana saya menderita, menangis, berjuang. Di Inter. Dengan Inter.

"Tapi seperti yang saya katakan, semua pengorbanan dibuat untuk cinta akan klub ini, sambil menghormati semua orang.

"Saya tidak tahu saat ini apakah ada cinta dan rasa hormat terhadap Inter dan terhadap saya oleh beberapa orang yang membuat keputusan.

"Saya tidak tahu apakah ada keinginan seseorang untuk bertindak dan menyelesaikan berbagai hal hanya dan secara eksklusif demi Inter.

"Banyak hal bisa terjadi dalam keluarga, baik atau buruk. Dan karena cinta, kamu bisa menanggung banyak, semuanya.

"Tetapi rasa hormat tidak boleh kurang. Ini adalah nilai-nilai saya, ini adalah nilai-nilai yang selalu saya perjuangkan.

"Dalam ceritaku. Di Inter. Dengan Inter."


>