Hakimi Pergi Tinggalkan Nerazzurri Sebentar Lagi

Reuters

Perginya Hakimi dari Inter menuju PSG tampaknya tinggal menunggu hitungan jam. Direktur Inter, Giuseppe Marotta pun telah mengkonfirmasi berita ini.

Penjualan Hakimi jelas merupakan sebuah keputusan berat bagi Inter. Mantan pemain Real Madridi ini sukses melakoni debut gemilang dengan mencetak 7 gol dan 10 asis dari 37 laga plus sumbangan trofi juara Serie A.

Namun sayang, krisis ekonomi yang menimpa membuat Inter harus rela melepas salah satu pemain pentingnya dan Hakimi pun dianggak sosok yang paling mungkin untuk pergi meski baru semusim berseragam biru hitam.

Sejak musim berakhir, Hakimi memang terus menjadi incaran klub-klub besar Eropa hingga pada akhirnya mengerucut pada dua tim yakni, Chelsea dan PSG.

PSG sendiri pada akhirnya berhasil menjadi pemenang yang mampu memikat Inter untuk melepas Hakimi. Rumor yang beredar, Les Parisiens kabarnya siap menebus sang pemain senilai 70 juta euro ditambah bonus.

Marotta sendiri mengkonfirmasi jika proses negosiasi antara Inter dan PSG untuk Hakimi sudah mencapai tahap akhir. Dalam waktu 24 jam, dirinya pun yakin kalau proses transfer akan segera selesai.

"Kami kini tengah berada dalam babak terakhir kepindahan Hakimi ke PSG. Kesepakatan akan terjadi dalam waktu 24 jam," ujar Marotta kepada Sky Italia.

"Sudah jelas, ini adalah momen keputusan yang sulit dan menyakitkan buat kami, namun saya sebagai seorang administrator harus bisa menjamin ketahanan ekonomi klub di masa sulit untuk dunia sepak bola secara umum seperti sekarang ini" lanjutnya Marotta.

Inter sendiri diberitakan memiliki utang senilai 80 juta euro yang mana harus dilunasi dalam waktu dekat. Dengan penjualan Hakimi, Marotta berharap ini bisa membantu menyelesaikan permasalah finansial dan tentunya berharap membuat Inter tidak perlu melepas pemain penting lagi.

"Begitu transfer Hakimi rampung, setidaknya kami akan memiliki sedikit ruang untuk bernafas dan harapannya tentu adalah kami tidak perlu menjual pemain besar lainnya, sebab kami sangat ingin mempertahankan skuad yang memenangkan Scudetto," pangkas Marotta.


>