Atalanta Tidak Siap Untuk Liga Champions

getty images

La Dea mungkin saja memang mempertahankan semua pemain terbaik mereka, tetapi  Vilizar Yakimov berpendapat Atalanta masih belum siap buat tantangan yang akan dihadapi. Kekuatan besar akan datang dengan tanggung jawab besar. Atalanta didapuk sebagai tim kuda hitam sejak kedatangan Gian Piero Gasperini di tahun 2016, tetapi aksi heroik mereka di musim lalu menandakan La Dea tumbuh dan harus terima dengan status mereka.

Bertengger di posisi tiga pada musim lalu tidak hanya mengamankan  tiket kualifikasi Liga Champion, namun juga mereka tak bisa lagi didapuk sebagai tim kejutan. Mengakhiri musim di atas Inter, Roma dan Torino, juga lolos ke kualifikasi Eropa, itu bisa diartikan bahwa Atalanta kini merupakan bagian dari tim papan atas Italia.

Bagaimanapun, menjadi bagian dari klub-klub elit tersebut juga mendatangkan beban baru , sejak Orobici tak bisa lagi bersembunyi di balik ekspektasi yang rendah, yang mana menjadi keuntungan bagi mereka sejauh ini. Hal itu berarti jika Atalanta ingin menjaga posisinya di kalangan atas Serie A dan martabatnya di Liga Champions, mereka harus berani meningkatkannya.

Atalanta lakukan progres yang hebat dengan menahan hampir semua pemain terbaik mereka, Duvan Zapata sebagai pencetak gol terbanyak, kapten klub mereka Papu Gomez dan juga si lincah Josip Ilicic masih tetap di Stadio Atleti Azzurri d’Italia. Faktanya, pemain mereka yang beranjak dari tahun lalu hanyalah Gianluca Mancini, yang bergabung dengan AS Roma. Tidak mengherankan mengapa Roma ingin mendatangkannya karena bek 23 tahun tersebut menjalani musim dengan baik dan bahkan mencetak lima gol, cukup matang melampaui usianya.

Atalanta melakukan belanja pemain dengan membeli striker Luis Muriel dari Sevilla. The Orobici berjuang keras di dalam kasus ini ketika Duvan Zapata tidak dapai dimainkan, dan minimnya pengalaman Musa Barrow yang membuktikan kalau pemain 20 tahun tersebut bisa menjadi pemain kunci.

Seperti Ilicic, Muriel bisa saja sebabkan masalah untuk Atalanta, khususnya bahwa skuat Gasperini akan beradu dengan tiga di lini depan. Ilicic tak diragukan lagi menjadi satu dari pemain penting untuk La Dea, dengan rekor impresifnya 12 gol dan 7 assist di 31 penampilannya di Serie A. Brillian. Namun Ilicic dan Papu Gomiz menjadi satu-satunya poros kreasi dan kini mereka sudah menginjak usia 30, alternatif dibutuhkan.

The Orobici akan sangat terprediksi ketika satu dari dua gelandang serangnya hilang, jika ingin dijadikan opsi, Mario Pasalic tidak bisa sajikan visi yang sama, kualitas dan talenta.

Ruslan Malinovsky sejauh ini menjadi gelandang yang potensial, semenjak pemain berusia 26 tahun tersebut bergabung dari Genk dengan nilai transfer €13.5 juta. Namun, sepanjang karirnya, ia hanya bermain dengan posisi gelandang bertahan, yang mana akan susah melihat ia gantikan Ilicic dan Gomez saat ini.

Atalanta melakukan hal brilian dengan menjaga para pemain inti yang membawa klub mereka pada kesuksesan di beberapa musim terakhir namun gagal dalam menemukan pemain yang berkualitas untuk memperkuatnya. Mengacu pada transfer yang mereka lakukan dengan profit hampir €27 juta musim ini, mengapa mereka melakukan investasi dengan skuat seperti itu?