Roger Federer Ungkap Alasan Gantung Raket

Reuters

Petenis profesional asal Swiss, Roger Federer, sudah mengutarakan niatnya untuk gantung raket. Ia kemudian menjadikan ajang Laver Cup sebagai panggung terakhirnya di dunia tenis.

Pemenang Grand Slam 20 kali itu sudah mengutarakan niatan pensiun sejak pekan lalu. Beragam reaksi bermunculan dari berbagai kalangan, mulai dari Juan Martin del Potro, Denis Shapovalov, hingga Carloz Alcaraz.

“Pesan dari tubuh saya belakangan ini sudah semakin jelas. Saya telah memainkan lebih dari 1500 pertandingan selama lebih dari 24 tahun. Sekarang saya harus tahu kapan waktu untuk mengakhiri karier kompetitif ini,” ujar Federer.

“Untuk permainan tenis, saya mencintai anda dan takkan pernah meninggalkan anda,” lanjutnya.

Federer kemudian bercerita lebih lanjut soal keputusannya gantung raket ketika menemui media asal Swiss, Tages Anzeiger. Ia mengungkapkan betapa sulitnya

“Tony hampir menggila karena saya membutuhkan waktu lama. Berhubung sudah keluar, saya merasa jauh lebih baik. Menulis surat itu membutuhkan energi besar,” tutur Federer.

“Sungguh menyentuh, terutama buat kedua orang tua saya dan [istri Federer] Mirka. Sementara ini, saya bisa berbicara soal pengunduran diri dengan mudah, tidak disangka.”

Federer pun menjelaskan momen saat dirinya mengetahui sudah tidak bisa melanjutkan karier profesional. Tepatnya beberapa hari setelah Federer mengikuti ajang Wimbledon Cup pada bulan Juli tahun ini.

“Beberapa hari setelah Wimbledon, pada bulan Juli. Lutut saya sudah tidak lagi memulih. Saya bertanya kepada diri sendiri: Apa gunanya? Kami sudah berada di es yang tipis untuk waktu lama. Saya tahu ini keputusan tepat, satu-satunya keputusan yang tepat,” pungkasnya.


>