Lovren Tuding Lukaku Sengaja Menendang Wajahnya

PAUL ELLISA/AFP/Getty Images

Dejan Lovren menilai Romelu Lukaku dengan sengaja menendang wajahnya saat Liverpool ditahan Manchester United, Sabtu (14/10).

Sepatu Lukaku terlihat mengenai bagian kepala Lovren di babak pertama, namun ia tidak menerima hukuman apa pun dari wasit Martin Atkinson.

FA dipastikan tidak akan mengambil langkah lanjutan terhadap bomber United tersebut, sementara Lovren juga telah melupakan insiden itu.

Saat diminta menjelaskan yang terjadi pada Sabtu kemarin, dalam konferensi pers Lovren mengatakan: “Saya membuat tekel dan saya merasa ia sudah berlalu dari saya. Sejujurnya dari sudut pandang saya ia melakukannya dengan sengaja.

“Biasanya Anda akan meminta maaf setelah itu, tapi saya lihat ia gugur selama pertandingan. Saya pikir mungkin itu juga alasannya [ia tidak meminta maaf]. 

“Sekarang ini sudah berakhir dan saya tidak dapat mengubahnya dan tidak ada seorang pun yang dapat mengubahnya.”

Mengenai keputusan FA, bek timnas Kroasia menambahkan: “Ini bukan keputusan saya. Saya tidak dapat mengatakan saya kecewa, tapi inilah yang terjadi dan kami harus melupakannya. Itulah sepakbola – ini bagian dari pertandingan.”

Lovren bicara dalam sesi konferensi pers di Slovenia jelang duel antara Liverpool dan Maribor pada matchday ketiga Liga Champions, dini hari nanti.

The Reds masih mencari kemenangan pertama di fase grup setelah dua kali imbang dengan Sevilla dan Spartak Moskwa, dan Lovren bertekad mengakhiri catatan tanpa kemenangan Liverpool di kompetisi ini.

"Kami berharap jauh lebih banyak di dua pertandingan pertama, bahwa kami seharusnya mengambil poin lebih banyak ketimbang yang kami miliki saat ini," imbuhnya

"Sekarang ada dua pertandingan penting [lawan Maribor], kami harus positif lagi untuk berusaha memenangi kedua laga ini.

"Tidak ada pertandingan yang mudah; kami harus menghormati setiap klub di kompetisi ini - dan itu termasuk Maribor. Ini akan menjadi tantangan lagi bagi kami, tapi jika kami memenangi dua laga ini ada kesempatan besar untuk lolos dari fase grup.


>