Bahagia Kembali ke Timnas, Villa Puji Performa Spanyol

David Ramos/Getty Images

Bintang Real Madrid Isco berhasil dua kali membobol gawang Italia di Santiago Bernabeu pada Sabtu (2/9) semalam. Alvaro Morata yang hadir sebagai pemain pengganti menyegel kemenangan Spanyol di menit-menit akhir, membawa skuat Julen Lopetegui memimpin Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018.

David Villa, yang kini menjadu punggawa New York City, masuk sebagai pemain pengganti di paruh akhir pertandingan. Laga ini menjadi kali ke-98 ia membela Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya bagi pemain berusia 35 tahun ini kembali dipanggil timnas setelah penampilan akhirnya pada Piala Dunia 2014.

Ia menyampaikan pujiannya pada Isco, pemain yang digantikannya, sembari mengungkapkan kebahagiaannya atas kans bermain di tim nasional lagi. 

"Saya tahu Isco dari skuat muda Valencia, ia sudah ikut berlatih dengan tim utama dab menarik perhatian," ujar Villa. 

"Ia adalah sosok yang hebat dan tengah berada di momen yang luar biasa. Saya ikut merasa sangat senang untuknya. Kami semua bisa menikmati penampilannya karena ia pemain Spanyol, puji Tuhan. Kami akan menikmati permainannya untuk tim nasional. 

"Saya selalu bilang sulit bagi saya untuk kembali, tapi saya tak mengubur impian saya. Ini membuat saya merasa sangat bahagia dapat berada di sini. 

"Untuk semua yang meyakinkan saya untuk kembali, terima kasih. Ini adalah momen kunci untuk kualifikasi. 

"Rasanya sangat sulit untuk dideskripsikan. Terima kasih untuk semua orang. Saya tak tahu apakah saya layak mendapat ini semua. 

"100 penampilan? Anda harus menjalaninya secara perlahan. Sekarang waktunya beristirahat, mencoba memainkan laga ke-99 dan kita akan lihat."

Terkait penampilan dan peluang Spanyol untuk lolos ke Piala Dunia, Villa angkat bicara. 

"Kami mempertahankan bola dengan baik, Isco tampil spektakuler dan hasilnya merupakan kegemilangan Liverpool ketimbang kesalahan Italia. 

"Saya pikir itu penampilan yang hebat, jadi semua orang merasa sangat gembira. 

"Kami semua ingin peringkat pertama, sekarang kami telah naik dan lolos tidaknya itu tergantung pada kami sendiri nantinya. 

"Kami harus realistis, kami tahu bahwa kami lebih baik dari tim lain yang belum kami hadapi di grup, meskipun kami harus membuktikannya.

"Di sepak bola, anda tak boleh meremehkan apapun, tapi kami tahu bahwa pertandingan kemarin yang tersulit."


>