Cerita Perbincangan Presiden Perancis dengan Kylian Mbappe

Reuters

Paris (05/06) — Sebelum memperpanjang kontraknya di PSG, Kylian Mbappe sempat berbicara terlebih dulu dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron.

“Ya, benar bahwa saya berbicara dengan Kylian Mbappe sebelum ia membuat keputusan tegas mengenai masa depannya,” jelas Macron.

“Di dalamnya, saya hanya sedikit memberi nasihat kepadanya, dalam cara yang sangat informal, agar ia bertahan di Perancis. Saya percaya ini tanggung jawab saya, sebagai presiden, untuk membela negara saya saat diminta dalam hal yang informal dan bersahabat,” ungkap presiden Perancis ini.

Bagaimanapun, Macron membantah ia ikut campur terlalu banyak dalam drama Mbappe dalam menentukan akankah ia bertahan di PSG atau bergabung dengan Real Madrid.

“Saya tak pernah campur tangan dalam transfer apa pun. Seperti rakyat lainnya, saat membahas tentang olahraga, saya selalu melihat laga yang baik dan mendukung sebuah tim, terutama dalam kasus saya, Olympique de Marseille,” ungkap Macron.

Selain itu, ia juga ditanyakan mengenai insiden sebelum final Liga Champions kala kerusuhan terjadi karena fans Liverpool kesulitan masuk ke stadion sehingga sepak mula laga melawan Real Madrid harus ditunda.

“Saya bersimpati kepada semua yang tak dapat akses kepada bangku mereka walau telah membayar tiket. Orang-orang ini harus dikompensasi secepat mungkin,” tegas Macron.

“Saya juga ingin transparansi maksimal: Saya sudah meminta pemerintah untuk mengkalirifikasi hal yang terjadi, menentukan tanggung jawab dan menjelaskan semuanya hingga detail terkecil kepada masyarakat Perancis, Inggris, dan Spanyol,” ungkapnya.


>