Zidane: Latih Real Madrid Melelahkan

Manuel Queimadelos Alonso/Getty Images

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane memberikan sinyal, ia telah memutuskan mundur di akhir musim ini.

Zidane menjalani 18 bulan mengagumkan di Santiago Bernabeu, menyabet gelar Liga Champions dua kali beruntun, dan titel La Liga 2016-17, dan disebut sebagai sosok sempurna untuk menempati bench Madrid.

Namun, di kampanye terkini Los Blancos  tertinggal 17 poin dari pemuncak klasemen La Liga, dan tersingkir dari Copa del Rey, sehingga memunculkan kritik terhadap taktik Zidane.

Mood di Bernabeu memang agak membaik menyusul kemenangan 3-1 atas Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, namun dalam konferensi pers pada Sabtu, Zidane mengatakan pekerjaan Madrid melelahkan.

“Dalam manajemen sepakbola ada begitu banyak kelelahan, bahkan lebih di Real Madrid,” ujar Zidnae.

“Tentu sebuah momen bisa datang ketika ada perubahan, tapi untuk kami semua, tidak hanya pelatih. Belum sekarang ini, tapi itu akan terjadi pastinya.

“Bagi saya hal terpenting adalah tetap bekerja hari demi hari, saya ingin mengakhiri musim ini, ada hal-hal untuk dimainkan – itulah yang menarik buat saya. Saya tidak mau bicara tentang hal lainnya.”

Zidane bicara jelang lawatan ke Real Betis, di mana Gareth Bale diharapkan kembali ke tim setelah secara mengejutkan dicadangkan untuk laga besar dengan PSG di tengah pekan lalu.

Zidane mengatakan, keputusannya memainkan Isco sebagai starter untuk laga itu semata-mata untuk memenuhi kebutuhan taktik.

“Ini adalah keputusan yang harus Anda buat,” papar Zidane. “Saya ingin seluruh pemain saya siap.Saya ingin memainkan pola diamond [di lini tengah] karena kelihatannya itu cara terbaik untuk melawan PSG. Sekarang masih ada banyak laga di depan, dan saya akan memperhitungkan seluruh pemain.”

Download aplikasi beIN SPORTS CONNECT di App Store (Apple iOS) atau Google Play (Android) untuk menyaksikan semua pertandingan liga-liga terbesar Eropa termasuk Premier League secara LIVE.


>