Kisah Lucu Capello di Balik Transfer Ronaldo ke AC Milan

Reuters

Milan (27/09) — Fabio Capello yang saat itu melatih Real Madrid, menemukan hal unik dalam transfer Ronaldo Nazario ke AC Milan pada 2007 silam.

“Keputusan untuk mendepak Ronaldo dan mendatangkan (Antonio) Cassano membantu ciptakan semangat juara dalam tim. Kami tertinggal sembilan poin dari Barcelona pada 10 laga terakhir dan saya masih bangga akan hal itu,” jelas Capello.

“Saya ingat Silvio Berlusconi menanyakan saya bagaimana kondisi Ronaldo. Saya bilang kepadanya bahwa ia bahkan tak berlatih dan dia terlalu suka berpesta serta wanita, jadi merekrutnya ke Milan merupakan kesalahan,” lanjut mantan pelatih Real Madrid ini.

“Keesokan harinya, saya melihat berita utama koran: “Ronaldo di Milan”. Itu sangat lucu,” jelas pria berusia 76 tahun ini.

Masa-masa akhir Ronaldo di Real Madrid memang tak menyenangkan. Pada musim 2006/07, ia hanya tampil tujuh kali dan cetak satu gol saja sebelum dijual ke Milan. Hubungan antara Capello dan mantan striker Brazil itu pun merenggang.

Dalam ucapan perpisahannya dengan Real Madrid, Ronaldo menuliskan: “Saya ingin bertemia kasih kepada fans yang mendukung saya selama ini dan seluruh rekan setim yang saya miliki di sini serta seluruh pelatih — kecuali satu orang.”

Bagaimanapun, Capello memandang kehebatan Ronaldo, walaupun ia sudah melewati masa-masa terbaiknya. “Pemain tersulit yang pernah saya tangani merupakan pemain terbaik yang saya latih: Ronaldo, il Fenomeno,” tegas mantan pelatih asal Italia tersebut.


>